Mencapai hidup yang seimbang adalah sesuatu yang sangat penting. Tentu saja, mencapai hidup seimbang bukan perkara mudah. Tetapi yang perlu ditekankan disini adalah kalau hidup kita tidak seimbang pasti akan mengalami gangguan di salah satu sisi pada hidup kita. Bagi saya, orang yang hidup seimbang adalah orang yang mampu membagi waktu yang hanya 24 jam dalam sehari, yang hanya 30 hari dalam 1 bulan, yang hanya 365 hari dalam 1 tahun dalam hidupnya ini, untuk beraktivitas untuk meningkatkan kecerdasan emosi (EQ), kecerdasan intelektual (IQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Langsung saja ya, berikut tips hidup yang seimbang lebih lengkapnya dari saya:
Pertama, meningkatkan kecerdasan emosi. Dari namanya saja sudah jelas, yaitu emosi. Emosi adalah suatu perasaan senang, sedih, gembira, marah dan jenis emosi lainnya. Ada salah kaprah pengertian di masayarakat Indonesia bahwa emosi adalah marah. Padalah emosi adalah soal suasana hati, dimana suasananya bisa marah, sedih, senang, dll. Jadi orang yang memiliki kecerdasar emosi adalah orang yang tahu kapan harus marah, sedih, senang, dll. Jadi kalau ada anak yang meminta dibelikan motor kepada orang tuanya saat orang tua sakit berarti anak itu tidak memiliki kecerdasan emosi dikarenakan dalam suasana orang tua sedang sakit harusnya anak tersebut dalam suasana emosi sedih dan ikut prihatin, bukan malah gembira dan minta dibelikan motor.
Pertanyaannya, bagaimana cara untuk meningkatkan kecerdasan emosi? Jawabannya: kecerdasan emosi hanya bisa diasah dengan cara lebih rajin interaksi atau bersosial. Kenapa bisa begitu? Ya.. karena ketika berinteraksi atau bersosial, emosi kita akan dilatih untuk memahami suasana emosi atau perasaan orang lain atau yang menjadi lawan interaksi kita. Disitu akan menjadi suatu kebiasaan. Manfaat lainnya, dengan bersosial, kita akan tahu aturan-aturan umum dalam bermasyarakat.
Sebelum melakukannya, interaksi atau bersosial itu ada macam-macam. Yaitu bersosial satu orang dengan satu orang artinya kita hanya ngobrol dan berinteraksi dengan 1 orang. Ada juga interaksi satu orang dengan 2 orang, 3 orang, dst, itu artinya kita sedang bergaul dengan kelompok orang, ngobrol dengan beberapa teman, dll. Ada juga interaksi satu orang dengan banyak orang. Contoh jenis bergaul yang ini yaitu misal ikut organisasi, dll.
Kedua, meningkatkan kecerdasan intelektual. Meningkatkan kecerdasan intelektual berarti melakukan aktivitas yang dapat mengasah otak. Meningkatkan kecerdasan intelektual dapat diibaratkan kita mengasah pisau. Untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, hanya dapat dilakukan dengan 1 cara yaitu dengan cara menambah ilmu pengetahuan. Cara menambah ilmu pengetahuan dapat diperoleh dengan berbagai cara, misal mendengar pengalaman orang dimana dari pengalaman orang itu kita dapat belajar dan memperoleh ilmu, membaca buku (pada hakekatnya buku juga merupakan sang penulis buku seperti sedang berbicara dengan pembaca), merenung di WC dapat ilmu, dll. Itulah kenapa ada pepatah yang bilang kalau ilmu pengetahuan dapat diperoleh dari mana saja. Tapi tentu ilmu pengetahuan dari buku lebih dapat diandalkan karena pengetahuan yang ada di buku diperoleh dari hasil penelitian, pengujian, dll.
Ketiga, meningkatkan kecerdasan spiritual. Dari namanya saja sudah jelas yaitu Spiritual Quotient (SQ) atau kecerdasan spirit. Spirit berarti kekuatan. Untuk meningkatkan kecerdasarn spiritual, lakukanlah aktivitas yang dapat meningkatkan spirit atau kekuatan disaat kita terpuruk, lakukan aktivitas yang dapat meningkatkan motivasi saat sedih dan bisa bangkit. Contohnya rajin ibadah shalat. Kenapa shalat dapat meningkatkan kecerdasan spirit? Karena ketika kita shalat, baik shalat wajib, shalat tahajud misalnya kita bisa berdo'a dan seperti punya harapan baru sehingga membangkitkan spriti. Begitu pula bagi umat nasrani, kecerdasan spirit dapat meniingkat dengan pergi ke gereja. Tentu saja, meningkatkan kecerdasan spirit tidak hanya bisa dilakukan dengan cara proses agama saja, tetapi maknanya luas, misal mendengarkan orasi motivator, mendengarkan ceramah dll yang intinya adalah dapat meningkatkan spirit kita.
Dari penjelasan 3 point di atas, kalau kita hanya fokus di salah satu saja maka akan terjadi ketidak seimbangan hidup. Misal: waktu yang kita punya hanya digunakan untuk meningkatkan kecerdasan intelektual (IQ), maka kita akan jadi orang kuper. Kalau kita hanya fokus meningkatkan kecerdasan emosi (EQ), maka kita akan menjadi orang yang gaul, tapi tidak cerdas karena tidak pernah meningkatkan IQ. Mungkin bagi anak kampus, kalau terlalu banyak bergaul nilai kuliah jadi jeblok. Kalau kita terlalu fokus kepada meningkatkan kecerdasan spirit, contoh kasusnya mungkin ada yang bunuh diri karena putus asa dengna hidupnya, jadi teroris karena hanya fokus ke melakukan aktivitas spiritual ibadah rutin padahal ibadah bervariasi (misal shalat, mencari nafkah, menuntut ilmu, bersosial juga adalah ibadah. Saya menyebut variasi ibadah ini sebagai diversifikasi ibadah. Itulah kenapa nabi mengatakan bahwa semua dalam hidup kita kalau untuk kebaikan adalah ibadah), dll.
Itulah sedikit tips dari saya agar hidup seimbang. Semoga bermanfaat ya...